All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).

Showing posts with label Abnormal. Show all posts
Showing posts with label Abnormal. Show all posts

Friday, October 18, 2013

Efek Kognitif Konsumsi Alkohol



Kebiasaan meminum alkohol sudah ada selama ribuan tahun lalu, sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Mulai dari bangsa Romawi, Yunani, hingga Cina. Kebiasaan meminum alkohol tersebut biasanya terdapat saat perayaan sebuah acara, atau meminum alkohol untuk mengurangi beban pikiran dan kesedihan. Dari kedua hal tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi alkohol berkaitan erat dengan emosi manusia. Para ahli dalam bidang syaraf otak yaitu Neuropsikologi, neurofisiologi, dan neurobiologi, dari penelitian pada limbik dan korteks (bagian otak) para peminum alkohol, menemukan bahwa kecanduan menerjemahkan emosi menjadi sensasi.

Saat ini, banyak pihak memberi perhatian lebih pada konsumsi alkohol yang berlebihan. Fokusnya yaitu terhadap para peminum alkohol yang mengemudi mobil setelah teler, dan pada modifikasi penggunaan alkohol yang banyak digunakan oleh orang yang berusia muda dan hubungannya dengan obat-obatan psikoaktif lain yang digunakan untuk merasakan sensasi mabuk yang lebih kuat. Penyalahgunaan alkohol tersebut sangat merusak, karena usia pertama saat meminum alkohol berkorelasi dengan penurunan “gray matter volume” di korteks frontal, otak kecil, dan batang otak.

Pada pengkonsumsian alkohol yang berlebihan, memberi dampak yang dapat mengubah struktur dan fungsi dari sistem saraf pusat dan pada jangka panjang dapat menyebabkan perubahan adaptif neuronal yang berkontribusi terhadap phenomena of tolerance and withdrawal. Pada pengkonsumsian satu dosis ethanol jika diberikan pada usia kritis ditemukan bahwa dapat memberikan efek penurunan jangka panjang pada memori jangka panjang. Pada penggunaan dosis rendah alkohol dapat membuat perubahan fisiologis pada otak halus walaupun tanpa adanya defisit perilaku nyata yang ditunjukan.



Source :
Journal of Psychophysiology. "Cognitive Effects of Acute Alcohol Consumption and Addiction". Here the site.

All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).
Sources Images : here and here

Tuesday, May 28, 2013

Pengertian Abnormal

Pengertian Abnormal
Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan suatu perilaku abnormal, antara lain:

Berdasar Statistik
Perspektif ini melihat dari data statistik. Dimana semua variabel yang  dilihat didistribusikan ke dalam suatu kurva normal atau kurva dengan bentuk lonceng.
All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)

Kebanyakan (rata-rata) orang berada pada bagian tengah kurva, sebaliknya abnormalitas ditunjukkan pada distribusi di kedua ujung kurva (kurang/sangat baik).

Tidak Seharusnya 
Perilaku abnormal merupakan suatu bentuk respon yang tidak diharapkan terjadi. Contohnya seseorang tiba-tiba menjadi cemas (misalnya ditunjukkan dengan berkeringat dan gemetar) ketika berada di tengah-tengah suasana yang berbahagia.Respon yang ditunjukkan adalah tidak diharapkan dan tidak seharusnya terjadi.


Melanggar Norma
Perilaku abnormal ditentukan dengan mempertimbangkan konteks sosial dimana perilaku tersebut terjadi. Jika perilaku sesuai dengan norma masyarakat, berarti normal. Sebaliknya jika bertentangan dengan norma yang berlaku, berarti abnormal. Tetapi baru bisa disebut perilaku abnormal apabila perilaku tersebut melanggar norma sosial, atau mengancam, atau mengakibatkan kecemasan.


Mengganggu individu (distress)
Perilaku dianggap abnormal jika hal itu menimbulkan penderitaan atau distres dan gangguan bagi individu yang mengalami. Contoh, apabila seseorang memiliki keunikan tersendiri tidak seperti rata-rata orang, misal sangat suka mencuci tangan lebih dari oranglain, tetapi yang bersangkutan tidak terganggu, maka perilakunya masih bisa dikatakan normal.


Disabilitas
Disabilitas merupakan kekurangan pada beberapa penting dalam kehidupan. Individu mengalami ketidakmampuan (kesulitan) untuk mencapai tujuan karena abnormalitas yang dideritanya.Misal: disabilitas dalam hubungan perkawinan, disabilitas dalam hubungan sosial, disabilitas dalam pekerjaan, dsb.


Gejala Skizofrenia / Schizophrenia

Schizophrenia / Skizofrenia merupakan sebuah penyakit mental atau mental disorder yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan respon emosional yang buruk.
All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)

Namun untuk dapat mengatakan apakah seseorang menderita Schizophrenia / Skizofrenia. harus memenuhi beberapa kriteria berdasar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR).

Munculnya gejala Schizophrenia / Skizofrenia. Dua atau lebih gejala dalam kurun waktu kurag lebih satu bulan.
Gejala tersebut :
- delusi
- halusinasi
- ucapan / pembicaraan yang kacau. (merupakan manifestasi dari gangguan pemikiran formal)
- perilaku yang sangat kacau. (berpakaian tidak tepat, sering menangis, melamun)
- gejala negatif : afeksi yang tumpul (kurang atau penurunan respon emosi), alogia (kurang atau penurunan berbicara), avolition (kurang atau penurunan motivasi)
If the delusions are judged to be bizarre, or hallucinations consist of hearing one voice participating in a running commentary of the patient's actions or of hearing two or more voices conversing with each other, only that symptom is required above. The speech disorganization criterion is only met if it is severe enough to substantially impair communication.

Disfungsi sosial atau pekerjaan :
Sejak timbulnya gejala, satu atau lebih dari major area of function, seperti : pekerjaan, hubungan interpersonal, atau perawatan diri, terlihat nyata berada dibawah kondisi normal.

Durasi yang signifikan: tanda-tanda terus menerus, gangguan bertahan selama sedikitnya enam bulan. Periode enam bulan harus menyertakan setidaknya satu bulan gejala (atau kurang, jika gejala disetorkan dengan pengobatan).

Baca artikel lain seputar materi kuliah Psikologi di halaman Materi Kuliah Psikologi