All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tuesday, May 28, 2013

Controling Anger

Control Your Anger Before Anger Control You


All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
We all know what anger is, and we've all felt it. Anger is a completely normal, usually healthy, human emotion. But when it gets out of control and turns destructive, it can lead to problems—problems at work, in your personal relationships, and in the overall quality of your life. And it can make you feel as though you're at the mercy of an unpredictable and powerful emotion. Important to control your anger.

Control your emotion.

You can control your emotion by know your emotions. There are a million different ways you can feel, but scientists have classified human emotions into a few basics that everyone can recognize: joy, acceptance, fear, surprise, sadness, disgust, anger, and anticipation. for example, is a manifestation of fear - fear that you're not "as good" as something else, fear of being abandoned because you're not "perfect" or "the best".

All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
Then, Notice what was going through your mind when the emotion appeared. Stop and analyze what you were thinking about, until you find what thought was causing that emotion. Your boss may not have made eye contact with you at lunch, for example; and without even being aware of it, the thought may have been in the back of your mind, "He's getting ready to fire me!"
Ask yourself, "What is another way to look at the situation that is more rational and more balanced than the way I was looking at it before?" Taking this new evidence into account, you may conclude that your job is safe, regardless of your boss's petty annoyances, and you're relieved of the emotion that was troubling you. If this doesn't work, however, continue to the next step.
Make a choice. When deciding what to do, it's important to make sure it's a conscious choice, not a reaction to another, competing emotion. For example, if someone insults you and you do nothing, is it your decision, or is it a response to your fear of confrontation? Here are some good reasons to act upon:
Principles - Who do you want to be? What are your moral principles? What do you want the outcome of this situation to be?
Logic - Which course of action is the most likely to result in the outcome you desire

sources:
http://www.apa.org/topics/anger/control.aspx
http://www.wikihow.com/Gain-Control-of-Your-Emotions

Also read Anger Management

Manage Anger / Angry



Anger Management.

All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
The term anger management commonly refers to a system of psychological therapeutic techniques and exercises by which someone with excessive or uncontrollable anger and aggression can control or reduce the triggers, degrees, and effects of an angered emotional state. Some popular anger management techniques include relaxation techniques, cognitive restructuring, problem solving, and improving communication strategies. In some countries, courses in anger management may be mandated by their legal system.

Anger is one of the most common and destructive delusions, and it afflicts our mind almost every day. To solve the problem of anger we first need to recognize the anger within our mind, acknowledge how it harms both ourself and others, and appreciate the benefits of being patient in the face of difficulties. We then need to apply practical methods in our daily life to reduce our anger and finally to prevent it from arising at all.

What is anger?

Anger is a deluded mind that focuses on an animate or inanimate object, feels it to be unattractive, exaggerates its bad qualities, and wishes to harm it. For example, when we are angry with our partner, at that moment he or she appears to us as unattractive or unpleasant. We then exaggerate his bad qualities by focusing only on those aspects that irritate us and ignoring all his good qualities and kindness, until we have built up a mental image of an intrinsically faulty person. We then wish to harm him in some way, probably by criticizing or disparaging him.


Ready to get your anger under control?

10 anger management tips.

Optimalisasi Otak

Otak Optimal Bekerja Maksimal





All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
Otak itu seperti sebuah komputer super. Otak memiliki seratus milyar cell neuron, dan setiap sel memiliki banyak koneksi dengan sel yang lain. Otak manusia memiliki koneksi yang sangat banyak, bahkan lebih banyak dari pada jumlah bintang.

Mengoptimalkan fungsi otak dapat meningkatkan kualitas hidup kita, dalam karir, sekolah ataupun dalam hubungan dengan orang lain.

Pertama, Jaga otak kita.
Jangan sampai otak kita terluka karena benturan. Benturan pada otak dapat menyebabkan rusaknya sel-sel neuron, bahkan apabila parah dan menyebabkan otak membentur tempurung, dapat terjadi gangguan dalam tubuh kita, misal gangguan penglihatan.

Kedua, Jangan lupa istirahat.
Otak juga bisa lelah seperti badan, oleh karena itu kita harus mengistirahatkannya dengan tidur yang cukup lebih dari 7 jam. Dengan tidur, beban kinerja pada otak kita berkurang, dan dapat menjadi rileks.

Ketiga, Gunakan otakmu!
All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
Jangan berharap menjadi orang yang pintar apabila tidak pernah menggunakan otak. Dengan beraktifitas atau belajar sesuatu yang baru, otak kita akan membentuk koneksi baru pada sel neuron, dapat juga meningkatkan aktifitas otak sehingga peredaran darah pada otak lancar.
Semakin banyak menggunakan otak, semakin otak bisa digunakan untuk banyak hal.

Keempat, Beri makan otakmu.
Seperti tubuh, otak juga butuh nutrisi. Jangan lupa sarapan yang sehat untuk memberikan nutrisi pada otak.

Kelima, Lawan pikiran negatif yang mengganggu otakmu!
Pemikiran-pemikiran yang melintas di pikiran seseorang, waktu ke waktu, dapat mempengaruhi kinerja otak.  Berpikirlah dengan penuh harapan dan bahagia, karena dapat memberikan efek yang menenangkan pada otak. Sementara pikiran yang buruk dapat mengganggu otak dan menimbulkan depresi atau kecemasan.
Pikiran-pikiran negatif sangatlah reaktif dan mudah sekali muncul. Pikiran negatif yang kita turuti, dapat merusak hari kita yang seharusnya menyenangkan.

Apabila secara fisiologis otak dapat berfungsi dengan baik, maka otak akan lebih mudah menjalankan fungsi kognitifnya.

Baca artikel lain seputar materi kuliah Psikologi di halaman Materi Kuliah Psikologi

Pemecahan Masalah / Problem Solving

Saat menemui masalah apa yang akan seseorang lakukan? bagaimana seseorang memecahkan masalahnya? apa itu pemecahan masalah?
All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
(okezone.com)

Menurut Santrock (2003), problem solving merupakan suatu cara untuk menemukan jalan yang sesuai dalam rangka pencapaian tujuan ketika tujuan tersebut belum dapat tercapai. Dalam hal ini, kemampuan berpikir memiliki relasi yang kuat. Berpikir diartikan sebagai kegiatan mental yang bervariasi seperti penalaran, pemecahan masalah dan pembentukan konsep-konsep. Ketika seseorang berhadapan dengan suatu masalah, ia biasanya mempunyai meta-kognisi tentang masalahan yang dihadapinya, yaitu seberapa mudah atau sulit dan bagaimana masalah tersebut akan terselesaikan olehnya (Davidoff, 1998).

Hergenhahn dan Olson (2005) mengemukakan 4 (empat) bentuk proses yang dapat dilakukan dalam memecahkan masalah, yaitu:
Trial and Error
Seseorang mencoba dari satu cara ke cara lain tanpa ada yang mengarahkan. Seseorang sekedar mencoba-coba saja sampai ia menemukan cara yang baginya tepat.
Mechanical
Cara memecahkan suatu masalah dengan mengikuti aturan-aturan yang telah berlaku, misalnya menyelesaikan soal-soal fisika dengan rumus-rumus tertentu.
Reasoning
Cara penalaran dengan menghubungkan satu hal dengan hal lain.
Insight
Pemecahan masalah dilakukan secara tiba-tiba. Tetapi, solusi yang dicapai tidak sekonyong-konyong datang. Menurut teori Gestalt, insight juga melalui proses trial and error. Seseorang melakukan trial and error tidak dengan asal mencoba, tetapi dengan memikirkan terlebih dahulu kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Pemecahan masalah dianggap menjadi hal yang pokok dalam perkembangan kognitif seseorang. Semakin bertambahnya usia, semakin kompleks pula permasalahan yang dihadapi sehingga tahap-tahap untuk menuntaskannya juga memiliki dinamika yang berbeda. Menurut Santrock (2003) ada 4 (empat) tahap dalam melakukan pemecahan masalah, yaitu:
1. Menemukan dan menggambarkan masalah yang sedang dihadapi.
2. Membangun strategi pemecahan masalah yang baik.
3. Mengevaluasi solusi yang sudah diperoleh.
4. Memikirkan dan mendefinisikan kembali masalah dan solusi dalam jangka waktu yang lebih lama.