Apa itu alosentris? Kata alosentris atau allocentric - allocentrism, tidak terlalu familiar bagi masyarakat umum, bahkan bagi kalangan psikologi kata ini masih terdengar asing. Lalu apa itu alosentris?
Sebenarnya maksud dari istilah alosentris dapat dipahami dengan mudah. Hanya saja yang membuat kata alosentris masih terdengar asing adalah karena sumbernya yang masih langka. Dimana istilah ini baru digunakan setelah Triandis H.C mencetuskannya. Triandis mencentuskan istilah alosentris untuk mempermudah meneliti
individu alosentris baik pada lingkungan individualis maupun kolektif.
Alosentris merupakan kontruk pada level individu dari kolektivisme. Dimana individu tersebut lebih memusatkan perhatian dan tindakan kepada oranglain daripada diri sendiri. Dengan adanya konstruk pada level individu ini, sifat kolektif yang melekat pada individu (alosentris) dimungkinkan diteliti baik pada masyarakat kolektif ataupun pada masyarakat individualis.
Souce :
Handbook of culturah halth psychology by Shahe S. Kazarian, David R. Evans.
All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).
Sources Images : here
Artikel dalam blog ini hanya untuk tujuan informatif. Beberapa diantaranya merupakan tugas kuliah dan ada pula tulisan iseng dikala senggang. Jika ingin menggunakan artikel dari blog ini, tolong tuliskan sumbernya. Thankyou
All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).
Showing posts with label psikologi sosial. Show all posts
Showing posts with label psikologi sosial. Show all posts
Sunday, November 23, 2014
Tuesday, May 28, 2013
Fungsi Kelompok: Peran, Status, Norma-norma, dan Kohesivitas
Fungsi Kelompok: Peran, Status, Norma-norma, dan Kohesivitas
Peran
Peran
membantu mengklarifikasikan tanggung jawab dan kewajiban orang-orang yang
menjadi bagian kelompok. Selain itu, peran memberikan sebuah cara penting untuk
membentuk perilaku dan pikiran para anggotanya.
Tetapi, peran juga memiliki sisi
negatif. Anggota kelompok kadang-kadang mengalami konflik peran – stres yang
berakar pada kenyataan bahwa dua peran (atau lebih) yang dimainkannya tidak
kompatibel. Sebuah contoh yang sangat umum untuk itu adalah tekanan yang
dialami oleh ibu dan bapak baru, yang tibatiba saja harus menghadapi kewajiban
yang terkait dengan sebuah peran– yaitu menjadi orangtua – yang tidak konsisten
dengan kewajiban yang terkait dengan peran mahasiswa atau pegawai.
Status:
Prestise dari Berbagai Peran
Anda
tahu bahwa status – posisi atau jenjang sosial seseorang di dalam sebuah
kelompok – dianggap sebagai masalah serius oleh banyak orang. Di dalam kasus
apapun, status adalah salah satu faktor penting di dalam fungsi kelompok. Peran
atau posisi yang berbeda di kelompok berhubungan dengan level status yang
berbeda, dan orang seringkali sangat sensitif terhadap fakta ini.
Norma: Aturan Main.
Aturan di dalam kelompok yang
menunjukkan bagaimana anggotanya seharusnya (atau seharusnya tidak) berperilaku
Norma memberitahukan tentang cara untuk berperilaku (norma preskriptif) atau
untuk tidak berperilaku (norma proskriptif) di dalam berbagai situasi.
Kohesivitas: Lem Perekat.
Semua kekuatan (faktor) yang menyebabkan
Anggota kelompok tetap bertahan di dalam kelompok. Cota dan para koleganya
(1995) menyatakan bahwa kohesivitas melibatkan dua dimensi primer: tugas-sosial
dan individual-kelompok. Dimensi tugas-sosia
terkait dengan sejauh mana individu tertarik pada tujuan kelompok
(tugas) atau hubungan sosial yang terdapat di dalamnya (sosial). Dimensi
individualkelompok berhubungan dengan sejauh mana para anggota committed terhadap
kelompoknya atau terhadap anggota-anggota lainnya. Sebagai contoh, kohesivitas
mungkin berhubungan dengan status (pangkat). Orang-orang yang berpangkat lebih
tinggi memiliki kohesivitas lebih tinggi dibanding mereka yang berpangkat lebih
rendah. Di dalam tim olahraga, peran individual masing-masing pemain mungkin
lebih penting dalam menentukan kohesivitas.
Faktor-faktor tambahan yang
mempengaruhi kohesivitas antara lain: (1) besarnya usaha yang dibutuhkan untuk
dapat menjadi anggota kelompok – semakin besar biaya yang dibutuhkan untuk
bergabung, semakin tinggi ketertarikan orang terhadapnya (lihat diskusi kami
tentang teori disonansi di Bab 4); (2) ancaman dari luar atau persaingan keras
(Sherif dan kawan-kawan, 1961); dan (3) ukuran – kelompok-kelompok kecil
cenderung lebih kohesif dibanding kelompok-kelompok besar.
Baca artikel lain seputar materi kuliah Psikologi di halaman Materi Kuliah Psikologi
Baca artikel lain seputar materi kuliah Psikologi di halaman Materi Kuliah Psikologi
- Fungsi Kelompok: Peran, Status, Norma-norma, dan K...
- Pembentukan Kelompok: Mengapa Orang Bergabung deng...
- Pengertian Kelompok
Pembentukan Kelompok: Mengapa Orang Bergabung dengan Kelompok ?
Pembentukan
Kelompok: Mengapa Orang Bergabung dengan Kelompok?
Para ahli psikologi sosial yang telah
mengkaji isu ini sampai pada kesimpulan bahwa orang-orang bergabung dengan
berbagai kelompok sosial karena beberapa alasan yang berbeda (Paulus, 198).
Pertama, kelompok membantu kita dalam memuaskan beberapa kebutuhan psikologik
maupun kebutuhan sosial penting kita, seperti kebutuhan untuk memberi dan
menerima perhatian, kebutuhan untuk memberi dan menerima afeksi, atau kebutuhan
untuk mendapatkan rasa memiliki. Kebutuhan-kebutuhan ini memang subtil, tetapi
sangat riil.
Kedua, kelompok membantu kita mencapai
tujuan-tujuan yang tidak dapat kita capai secara individual. Dengan bekerja
bersama orang lain, kita seringkali dapat menyelesaikan pekerjaan yang tidak
dapat kita lakukan sendirian. Ketiga, keanggotaan di kelompok seringkali memberikan
pengetahuan dan informasi yang tidak akan kita dapat jika kita tidak menjadi
anggotanya. Keempat, kelompok membantu memenuhi kebutuhan kita akan rasa aman.
Di banyak kasus, keamanan terletak di dalam jumlah. Dengan menjadi bagian
berbagai kelompok, kita memperoleh perlindungan dari musuh-musuh yang sama.
Terakhir,
keanggotaan kelompok juga membantu pembentukan identitas sosial yang positif –
yang menjadi bagian konsep-diri kita (lihat Bab 5). Semakin banyak jumlah
kelompok restriktif dan prestisius yang mengakui keberadaan seseorang, semakin
terangkat pula konsep-dirinya.
- Fungsi Kelompok: Peran, Status, Norma-norma, dan K...
- Pembentukan Kelompok: Mengapa Orang Bergabung deng...
- Pengertian Kelompok
Pengertian Social Loafing
Social Loafing : membiarkan orang lain mengerjakan tugas.
Social loafing adalah berkurangnya motivasi dan usaha saat individu bekerja secara kolektif didalam kelompok jika dibandingkan
dengan ketika ia bekerja secara individual atau bekerja sebagai koaktor independen. (Karau dan Williams,
1993).
| team work All pictures are the property & copyright of their respective owner(s) |
Karau dan Williams (1993), social loafing memiliki
implikasipenting, karena banyak tugas krusial hanya dapat diselesaikan dalam
kelompok – seperti misalnya, tim olahraga, kepanitiaan, tim juri di pengadilan
(AS), satuansatuan tugas pemerintah, dan lain-lain (misalnya, Russell, 1993).
Model usaha
kolektif : Penjelasan mengenai social loafing yang mengungkapkan bahwa hubungan
yang dipersepsikan antara usaha individu dan hasil lebih lemah ketika mereka
bekerja bersama orang lain dalam sebuah kelompok, hal ini kemudian menghasilkan
kecenderungan munculnya social loafing.
CEM
memperkirakan bahwa social loafing akan paling lemah ketika individu bekerja
dalam kelompok kecil daripada dalam kelompok besar, ketika mereka bekerja pada
tugas yang secara instrinsik menarik atau penting bagi mereka, ketika mereka
bekerja dengan orang-orang yang dihargai (teman-teman, rekan tim dll), ketika
mereka memperkirakan teman sekerja mereka bekerja secara buruk ,serta ketika
mereka datang dari budaya yang menekankan pada usaha dan hasil individual
daripada kelompok (namun terdapat pengecualian di beberapa budaya Asia, yang
menekankan pada kebaikan-kebaikan kolektif dan bukan hasil individual, social loafing tidak tampak terjadi.
Social loafing dapat dikurangi dengan beberapa
cara : dengan membuat hasil akhir teridentifikasi secara individual dengan
meningkatkan komitmen pada tugas dan meningkatkan perasaan bahwa tugas tersebut
penting serta dengan meyakinkan bahwa kontribusi dari setiap anggota pada tugas
adalah unik.
- Manajemen dalam globalisasi
- Pemecahan Masalah
- Market Entry Strategies
- Organisasi dan Pekerja (Pentingnya Pekerja)
Subscribe to:
Posts (Atom)