All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).

Tuesday, May 28, 2013

Pengertian Social Loafing

Social Loafing : membiarkan orang lain mengerjakan tugas.

Social loafing adalah berkurangnya motivasi dan usaha saat individu bekerja secara kolektif didalam kelompok jika dibandingkan dengan ketika ia bekerja secara individual atau bekerja sebagai koaktor independen. (Karau dan Williams, 1993).

team work
All pictures are the property & copyright of their respective owner(s)

Karau dan Williams (1993), social loafing memiliki implikasipenting, karena banyak tugas krusial hanya dapat diselesaikan dalam kelompok – seperti misalnya, tim olahraga, kepanitiaan, tim juri di pengadilan (AS), satuansatuan tugas pemerintah, dan lain-lain (misalnya, Russell, 1993).

Model usaha kolektif : Penjelasan mengenai social loafing yang mengungkapkan bahwa hubungan yang dipersepsikan antara usaha individu dan hasil lebih lemah ketika mereka bekerja bersama orang lain dalam sebuah kelompok, hal ini kemudian menghasilkan kecenderungan munculnya social loafing.

CEM memperkirakan bahwa social loafing akan paling lemah ketika individu bekerja dalam kelompok kecil daripada dalam kelompok besar, ketika mereka bekerja pada tugas yang secara instrinsik menarik atau penting bagi mereka, ketika mereka bekerja dengan orang-orang yang dihargai (teman-teman, rekan tim dll), ketika mereka memperkirakan teman sekerja mereka bekerja secara buruk ,serta ketika mereka datang dari budaya yang menekankan pada usaha dan hasil individual daripada kelompok (namun terdapat pengecualian di beberapa budaya Asia, yang menekankan pada kebaikan-kebaikan kolektif dan bukan hasil individual, social loafing tidak tampak terjadi.

Social loafing dapat dikurangi  dengan beberapa cara : dengan membuat hasil akhir teridentifikasi secara individual dengan meningkatkan komitmen pada tugas dan meningkatkan perasaan bahwa tugas tersebut penting serta dengan meyakinkan bahwa kontribusi dari setiap anggota pada tugas adalah unik.