All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).

Tuesday, May 28, 2013

Ilusi Muller Lyer

mana lebih panjang? (panjang keduanya sama)
All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
Ilusi merupakan kesalahan penafsiran rangsangan yang ada, yang menyebabkan persepsi tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga stimulus yang ada salah dimaknai. Ilusi merupakan sesuatu yang wajar terjadi dalam persepsi. Distorsi fisik atau psikologis dapat menyebabkan suatu ilusi terjadi. 


 
Suatu ilusi terjadi ketika otak merasakan perbedaaan hakekat kualitas yang nyata dari suatu obyek atau stimulus. Di dalam kenyataannya ilusi yang paling sering terjadi pada manusia adalah ilusi visual atau ilusi yang berhubungan dengan indera penglihatan.

Salah satunya adalah ilusi Muller Lyer. Ilusi Muller Lyer merupakan sebuah ilusi optik yang terjadi saat seseorang salah mempersepsi panjang salah suatu ruas garis dari dua garis dengan panah yang beragam arah, dimana salah satu garis dibatasi oleh anak panah yang mengarah kedalam dan garis yang lain dibatasi oleh anak panah yang mengarah keluar, satu diantara dua garis tersebut dapat digerakan ke dalam dan keluar. Pengamat yang mengamati garis dengan anak panah tersebut, akan mengalami kesalahan dalam mempersepsi panjang ruas garis tersebut.

All pictures are the property&copyright of their respective owner(s)
Panah dengan “sudut ke dalam” dan “sudut ke luar” secara fungsional, membedakan ilusi yang terjadi. Dalam ilusi Muller Lyer proses sistem visual manusia menilai bahwa garis dengan anak panah dilihat seperti kedalaman dan jarak pada kehidupan sehari-hari. Dimana “sudut ke dalam” berkonfigurasi sesuai pada jarak yang lebih dekat, dan “sudut ke luar” berkonfigurasi sesuai jarak yang jauh.

Ilusi Muller Lyer terjadi berdasarkan pada prediksi yang dilakukan observer ke dalam bentuk 3D. Jaringan saraf pada sistem visual manusia belajar bagaimana membuat penafsiran kedalam pemandangan 3 Dimensi (3D). Itulah sebabnya apabila kita melihat seseorang jalan menjauh dan menghilang, kita tidak menganggapnya memendek atau mengecil. Otak kita memproyeksikan gambar dari orang yang semakin mengecil tersebut, ke jarak yang benar dalam internal 3D model dalam otak kita. Hal inilah yang disebut dengan the size constancy mechanism atau mekanisme ketetapan ukuran. Mekanisme ketetapan ukuranlah yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan dalam mempersepsi ukuran, saat secara tidak sadar otak kita menskala obyek yang dirasakan kedalam model 3D.

Baca artikel lain seputar materi kuliah Psikologi di halaman Materi Kuliah Psikologi