All pictures are the property and copyright of their respective owner(s).

Tuesday, May 28, 2013

Macam Error Dalam eksperimen.


Macam-Macam Error Dalam eksperimen.

Maturasi
Merupakan proses pada subjek eksperimen yang terjadi seiring waktu berjalannya waktu. Ketika waktu pelaksanaan eksperimen cukup lama, subjek akan mengalami perubahan performa baik ke arah positif maupun negative. Misal dikarenakan lelah, bosan maupun karena bertambahnya usia, performa subjek menjadi berubah.

Histori
Merupakan kejadian khusus di luar perlakuan eksperimen yang terjadi di antara masa pengukuran pertama dan kedua yang dialami subjek dan ikut mempengaruhi hasil eksperimen. Kejadian ini ikut mengubah keadaan variabel dependen sehingga ketika diadakan pengukuran ke dua terlihat adanya perbedaan di antara kelompok-kelompok eksperimen, yang dapat menimbulkan kesimpulan yang salah mengenai efek sebenarnya dari variabel independen. Kejadian khusus tersebut akan sangat terasa akibatnya saat kejadian tersebut hanya dialami sebagian subjek sedang yang lainnya tidak.

Testing
Merupakan efek pengukuran yang dikenakan pertama kali (pretest) terhadap posttest. Jika pretest ternyata menjadi semacam latihan bagi subjek, maka bisa jadi peningkatan skor subjek pada posttest bukan semata-mata disebabkan adanya perlakuan eksperimen.

Mortalitas
Adalah hilangnya subjek tertentu dari kelompok eksperimen atau kelompok control yang bisa merubah rata-rata skor pada variabel dependen setelah perlakuan. Mortalitas akan lebih nyata kalau yang hilang adalah subjek yang semula skornya sangat tinggi atau sangat rendah.

Instrumentasi
Terjadi perubahan pada alat ukur atau pada proses pengukuran antara pengukuran yang satu dengan yang lain selagi dalam pelaksanaan eksperimen akan dapat menimbulkan pengaruh pada variabel dependen selain yang diakibatkan oleh efek perlakuan. Begitu juga apabila terjadi perubahan kondisi pelaksana pengukuran semisal ketidakkonsistenan, kelelahan, pergantian pelaksana, juga dapat mengurangi keyakinan akan besarnya efek perlakuan.

Regresi Statistik
Terjadi apabila subjek eksperimen diambil dari mereka yang memiliki skor yang ekstrim atau yang keadaannya berada pada dua kutub yang sangat bertentangan. Apabila hal itu terjadi maka meskipun tanpa adanya perlakuan, pengukuran pada variabel dependen akan tetap menghasilkan skor-skor yang menuju kea rah rata-rata dan mudah disalahtafsirkan sebagai akibat perilaku eksperimen.

Seleksi
Dalam sebuah eksperimen, boleh jadi kelompok pembanding yang digunakan dalam eksperimen terpilih sedemikian rupa sehingga perbedaan yang terukur setelah perlakuan diberikan sebenarnya bukan perbedaan sebagai efek eksperimen melainkan perbedaan yang sebelumnya memang sudah ada.

Interaksi berbagai Faktor
Paduan antara dua factor atau lebih menyebabkan kesimpulan yang salah mengenai efek perlakuan yang sebenarnya. Dapat berupa interaksi antar factor seleksi dan maturasi, interaksi factor seleksi dan histori, dan sebagainya.

Baca artikel lain seputar materi kuliah Psikologi di halaman Materi Kuliah Psikologi

Baca juga artikel terkait :